Rumus torsi pengencangan
T = K × F × d · F = 75% × tegangan uji × As
F adalah gaya jepit (preload) yang diinginkan, d diameter nominal baut, As luas tegangan tarik, dan K faktor gesek: sekitar 0,20 untuk ulir kering dan 0,15 untuk ulir berpelumas oli. Tegangan uji kelas 8.8 adalah 580–600 MPa, 10.9 = 830 MPa, 12.9 = 970 MPa.
Contoh
Baut M10 kelas 8.8, kering: F = 0,75 × 580 × 58 = 25,2 kN; T = 0,20 × 25.230 × 10 ÷ 1000 ≈ 50 N·m. Bila ulirnya diberi oli, torsi yang sama menghasilkan gaya jepit lebih besar — karena itu torsinya diturunkan ke ±38 N·m.
Tanya-jawab singkat
- Torsi baut M10 8.8 berapa?
- Sekitar 50 N·m untuk ulir kering dan sekitar 38 N·m bila ulir diberi oli.
- Kenapa baut berpelumas memakai torsi lebih kecil?
- Gesekan berkurang, sehingga torsi yang sama menghasilkan gaya jepit lebih besar. Tanpa menurunkan torsi, baut bisa melar atau putus.

