Teknalar

Kalkulator pemesinan

Kalkulator torsi pengencangan baut

Hitung torsi pengencangan baut metrik M3–M30 kelas 8.8, 10.9, dan 12.9 untuk ulir kering atau berpelumas, lengkap dengan gaya jepit dan tabel torsi baut.

Kelas tertulis di kepala baut (mis. “8.8”). Baut tanpa tanda atau baut stainless (A2-70) jauh lebih lemah — jangan pakai tabel ini.

Torsi pengencangan

50 N·m

  1. gaya jepit F = 75% × 580 MPa × As 58,0 mm² = 25,2 kN
  2. T = K × F × d = 0,20 × 25.230 N × 10 mm
  3. T = 50,5 N·m (≈ 5,1 kgf·m)
Angka awal untuk kunci momen. Bila pabrik mesin atau gambar mencantumkan torsi, ikuti angka itu.
Tabel torsi (kering, K 0,20), N·m
Baut8.810.912.9
M31,31,92,2
M43,14,45,1
M56,28,810,3
M6101518
M8253643
M10507284
M1288126147
M14140200234
M16219313365
M18311430503
M20441610713
M22600830970
M247621.0551.233
M271.1151.5431.803
M301.5152.0952.449

Rumus torsi pengencangan

T = K × F × d  ·  F = 75% × tegangan uji × As

F adalah gaya jepit (preload) yang diinginkan, d diameter nominal baut, As luas tegangan tarik, dan K faktor gesek: sekitar 0,20 untuk ulir kering dan 0,15 untuk ulir berpelumas oli. Tegangan uji kelas 8.8 adalah 580–600 MPa, 10.9 = 830 MPa, 12.9 = 970 MPa.

Contoh

Baut M10 kelas 8.8, kering: F = 0,75 × 580 × 58 = 25,2 kN; T = 0,20 × 25.230 × 10 ÷ 1000 ≈ 50 N·m. Bila ulirnya diberi oli, torsi yang sama menghasilkan gaya jepit lebih besar — karena itu torsinya diturunkan ke ±38 N·m.

Tanya-jawab singkat

Torsi baut M10 8.8 berapa?
Sekitar 50 N·m untuk ulir kering dan sekitar 38 N·m bila ulir diberi oli.
Kenapa baut berpelumas memakai torsi lebih kecil?
Gesekan berkurang, sehingga torsi yang sama menghasilkan gaya jepit lebih besar. Tanpa menurunkan torsi, baut bisa melar atau putus.