
Dasar · Pelajaran 5 dari 7 · ±3 menit baca
Gambar Potongan (Section View)
Menampilkan bagian dalam benda tanpa garis putus-putus yang membingungkan.
Isi modul · 7 pelajaran
Benda dengan banyak rongga di dalamnya akan penuh garis putus-putus bila digambar biasa, dan hampir tidak mungkin dibaca. Gambar potongan memecahkan ini dengan cara membayangkan benda dipotong lalu bagian depannya disingkirkan.
Unsur pada Gambar Potongan
- Garis potong
- garis strip-titik tebal yang menunjukkan di mana benda dipotong.
- Anak panah pada ujung garis potong
- menunjukkan arah pandangan.
- Huruf penanda (A-A, B-B)
- mengaitkan garis potong dengan gambar potongannya.
- Arsiran
- garis miring sejajar pada bagian yang terkena pisau potong.
Dari garis potong menjadi gambar potongan
Contoh balok dengan lubang tembus tegak lurus tampak depan. Potongan vertikal melalui sumbu lubang dilihat ke kanan: rongga terbuka sepanjang ketebalan balok, dengan tinggi rongga sama dengan diameter lingkaran pada tampak depan. Hanya material pejal di atas dan bawah rongga yang diarsir.
Aturan Arsiran
- Arsiran dibuat miring 45° dengan jarak yang seragam.
- Hanya bagian yang benar-benar terpotong yang diarsir, bukan rongga di belakangnya.
- Komponen berbeda yang bersentuhan diarsir dengan arah berlawanan agar terbedakan.
- Komponen yang sama diarsir dengan arah dan jarak yang sama di semua pandangan.
Jenis Potongan
| Jenis | Kegunaan |
|---|---|
| Potongan penuh | Benda dipotong seluruhnya, untuk bentuk dalam yang rumit |
| Potongan separuh | Benda simetris — separuh tampak luar, separuh tampak dalam |
| Potongan sebagian | Hanya sebagian kecil dibuka, dibatasi garis bebas bergelombang |
| Potongan putar | Menampilkan penampang lengan atau jari-jari yang miring |
Perhatian: Poros pejal, baut, mur, pasak, dan pin tidak diarsir meskipun terkena garis potong. Ini kesepakatan standar karena benda-benda itu tidak berongga sehingga memotongnya tidak menambah informasi apa pun — justru membuat gambar lebih sulit dibaca.
