
Permesinan Konvensional · Pelajaran 3 dari 7 · ±3 menit baca
Teknik Frais Rata & Bertingkat
Membuat permukaan datar dan bertingkat, termasuk rumus parameternya.
Isi modul · 7 pelajaran
Frais Rata (Face Milling)
- Cekam benda kerja pada ragum, gunakan parallel block agar posisinya rata.
- Sentuhkan cutter ke permukaan untuk menentukan titik nol Z.
- Tentukan kedalaman potong.
- Jalankan pemakanan menyeberangi seluruh permukaan.
- Ukur hasilnya, lalu ulangi sampai ketebalan yang diminta tercapai.
Frais Bertingkat (Shoulder Milling)
Membuat permukaan bertingkat menggunakan sisi end mill. Umumnya dikerjakan dalam beberapa pass, bukan sekali potong penuh.
Parameter Potong pada Frais
Frais punya lebih banyak istilah dibanding bubut, karena kedalaman potongnya terbagi dua arah (ap dan ae) dan feed dihitung per mata potong (fz), bukan per putaran. Kenali dulu masing-masing istilahnya sebelum masuk ke rumus.
Istilah parameter potong frais: D, z, ap, ae, fz, Vc, n
D (diameter cutter) & z (jumlah mata potong)
D adalah diameter cutter, dipakai untuk menghitung RPM. z adalah jumlah mata potong (flute) yang mengelilingi cutter — makin banyak mata potong, makin halus hasil per putaran, tapi ruang buang chip makin sempit.
ap & ae — dua kedalaman yang berbeda arah
ap (axial depth of cut) adalah seberapa dalam cutter masuk searah sumbunya, dilihat dari samping. ae (radial depth of cut / lebar pemotongan) adalah seberapa lebar sisi cutter yang benar-benar mengenai material, dilihat dari atas — ae selalu lebih kecil atau sama dengan D.
fz (feed per mata potong)
fz adalah perpindahan relatif cutter terhadap benda kerja sepanjang arah feed antara dua mata potong berurutan. Titik-titik pada skema menunjukkan posisi berurutan, bukan bentuk kekasaran permukaan. Vf = fz × z × n dalam mm/menit.
Vc (kecepatan potong) & n (RPM)
Vc adalah kecepatan keliling di ujung mata potong, dalam meter per menit — inilah yang dianjurkan tabel material, bukan RPM. RPM (n) dihitung mundur dari Vc dan diameter cutter, karena RPM yang sama menghasilkan Vc berbeda untuk cutter berdiameter berbeda.
Contoh penerapan lengkap
Menggabungkan semua istilah di atas: dari D, z, Vc, fz, ap, dan ae, kita bisa menurunkan RPM, kecepatan gerak makan, sampai laju pembuangan material (MRR) — angka yang sama seperti yang dihitung Kalkulator Feed Rate Frais di tab Kalkulator.
Berbeda dari bubut, RPM pada frais dihitung dari diameter CUTTER, bukan diameter benda kerja: n = (Vc × 1000) / (π × D cutter).
Kecepatan gerak makan dihitung dari beban tiap mata potong: Vf = fz × z × n, dengan fz = feed per mata potong (mm), z = jumlah mata potong, dan n = putaran spindle (RPM). Hasilnya dalam mm/menit.
Tips: Sisakan 0,2–0,5 mm untuk pass finishing terakhir. Pass finishing dengan kedalaman kecil dan feed halus menghasilkan permukaan yang jauh lebih baik dibanding memotong habis sekaligus.
