
Praktik Industri · Pelajaran 5 dari 6 · ±3 menit baca
Dari Biaya Produksi ke Harga Jual
Menentukan harga yang menutup biaya sekaligus masuk akal di pasar.
Isi modul · 6 pelajaran
Biaya produksi baru setengah dari cerita. Harga jual harus menutup biaya yang tidak terlihat langsung pada komponen, sekaligus menyisakan margin agar usaha bisa berlanjut.
Lapisan Biaya
| Lapisan | Isi |
|---|---|
| Biaya langsung | Material, waktu mesin dan operator, pahat |
| Biaya tidak langsung | Listrik, sewa tempat, perawatan mesin, administrasi |
| Biaya risiko | Produk reject, pengerjaan ulang, kesalahan estimasi |
| Margin | Keuntungan dan dana pengembangan usaha |
Contoh: biaya langsung Rp60.000 per unit. Tambahan overhead 20% menghasilkan Rp72.000. Bila 5% unit ditolak tanpa nilai sisa, biaya per unit baik = Rp72.000 ÷ 0,95 ≈ Rp75.789. Untuk margin laba 25% dari harga jual, harga = Rp75.789 ÷ 0,75 ≈ Rp101.053. Mengalikan biaya dengan 1,25 menghasilkan markup 25%, bukan margin 25%.
Perhatian: Kesalahan paling umum pada usaha permesinan kecil adalah menghitung harga hanya dari material dan waktu potong. Waktu setup, waktu pengukuran, dan produk gagal tetap memakan biaya — kalau tidak dimasukkan, usaha terlihat untung padahal sebenarnya merugi pelan-pelan.
Tips: Untuk order berulang, hitung ulang biaya setelah batch pertama selesai dengan data waktu yang sebenarnya. Estimasi awal hampir selalu meleset, dan batch pertama adalah kesempatan terbaik untuk memperbaikinya sebelum harga dikunci untuk order berikutnya.
