
Permesinan Konvensional · Pelajaran 1 dari 7 · ±3 menit baca
Jenis-jenis Batu Gerinda & Pemilihannya
Memotong dengan ribuan butiran abrasif, bukan satu mata potong.
Isi modul · 7 pelajaran
Gerinda memotong menggunakan ribuan butiran abrasif, bukan satu mata potong seperti bubut atau frais. Karena itu gerinda mampu menghasilkan permukaan yang sangat halus, dan mampu mengerjakan material yang sudah dikeraskan.
Unsur Penyusun Batu Gerinda
- Jenis abrasif
- aluminium oksida (kode A) untuk baja; silikon karbida (kode C) untuk besi cor, kuningan, dan karbida.
- Ukuran butir (grit)
- kasar (24–46) untuk pemakanan cepat; halus (60–120) untuk finishing.
- Kekerasan ikatan (grade)
- huruf awal abjad menandakan ikatan lunak, huruf akhir menandakan ikatan keras.
- Struktur
- kerapatan susunan butiran; struktur terbuka memberi ruang chip lebih besar.
Anatomi batu gerinda: grit, pori, dan ikatan

KIRI · GRIT KASAR
Butiran lebih besar
Contoh grit 24–46. Ruang antarbutir lebih lapang; cocok untuk pengikisan awal sesuai material dan proses.
KANAN · GRIT HALUS
Butiran lebih kecil
Contoh grit 60–120. Goresan per butir cenderung lebih kecil; dipilih untuk hasil lebih halus.
Grade ikatan ≠ ukuran grit
Grit menyatakan ukuran butiran. Grade menyatakan seberapa kuat ikatan menahan butiran; bukan kekerasan mineral abrasif.
Visualisasi edukatif, bukan foto mikroskopis berskala. Besar-kecil grit dan grade ikatan dipilih bersama jenis abrasif, struktur, material benda kerja, serta kondisi penggerindaan.
Tips: Aturan praktisnya terdengar terbalik tetapi penting: material KERAS digerinda dengan batu berikatan LUNAK, dan material lunak dengan batu berikatan keras. Tujuannya agar butiran yang sudah tumpul cepat rontok dan digantikan butiran baru yang masih tajam.
Perhatian: Sebelum memasang batu gerinda, lakukan ring test: gantung batu lalu ketuk perlahan. Bunyi nyaring berarti batu utuh; bunyi sumbang berarti ada retak dan batu harus dibuang. Batu retak dapat pecah pada putaran tinggi dan sangat berbahaya.
