
CNC · Pelajaran 1 dari 7 · ±3 menit baca
Pemilihan Insert & Tool Holder
Membaca kode insert dan memilih radius ujung yang tepat.
Isi modul · 7 pelajaran
Pada produksi modern, pahat HSS yang harus diasah banyak digantikan insert karbida yang tinggal diputar atau diganti ketika sudah tumpul. Kode pada insert menyimpan seluruh informasi bentuk dan ukurannya.
Membaca Kode Insert
- Huruf pertama
- bentuk insert (C = rhombic 80°, D = rhombic 55°, T = segitiga, W = trigon, R = bulat).
- Huruf kedua
- sudut bebas (clearance angle).
- Huruf ketiga
- kelas toleransi insert.
- Huruf keempat
- tipe insert, termasuk bentuk lubang dan chip breaker.
- Angka berikutnya
- ukuran, ketebalan, dan radius ujung insert.
Huruf pertama kode insert menentukan bentuknya
Makin lancip sudutnya (D lebih lancip dari C), makin tajam insert menjangkau sudut sempit tetapi makin lemah & mudah gompal. Makin tumpul/bulat (R), makin kuat tetapi butuh ruang lebih untuk menjangkau sudut dalam.
Contoh: CNMG120408 berarti insert rhombic 80° (C), sudut bebas 0° (N), kelas toleransi M, tipe G, ukuran 12, tebal 04, dan radius ujung 0,8 mm (08).
Membaca kode insert: CNMG120408
Contoh kode ISO CNMG120408: C = bentuk 80°, N = sudut bebas 0°, M = kelas toleransi, G = tipe lubang/pematah geram, 12 = kode ukuran, 04 = kode tebal, 08 = radius ujung 0,8 mm. Kode ukuran dan tebal perlu tabel ISO; akhiran geometri dan grade dapat berbeda menurut pabrikan.
Memilih Radius Ujung (Nose Radius)
- Radius besar (0,8–1,2 mm)
- lebih kuat, cocok untuk roughing, dan menghasilkan permukaan lebih halus pada feed yang sama; tetapi gaya potongnya lebih besar sehingga lebih mudah memicu getaran.
- Radius kecil (0,2–0,4 mm)
- gaya potong rendah, cocok untuk benda tipis atau kurang kaku dan untuk sudut yang harus tajam.
Tips: Aturan praktis: kedalaman potong sebaiknya lebih besar daripada radius ujung insert. Bila kedalaman lebih kecil dari radius, arah gaya potong bergeser ke samping dan memicu getaran.
