
Dasar · Pelajaran 3 dari 6 · ±3 menit baca
Rasio Roda Gigi & Perhitungan Kecepatan dan Torsi
Menghitung putaran dan torsi keluaran dari perbandingan jumlah gigi.
Isi modul · 6 pelajaran
Rasio roda gigi adalah perbandingan jumlah gigi antara roda gigi yang digerakkan dan roda gigi penggerak: i = Z penggerak-yang-digerakkan dibagi Z penggerak. Dari satu angka ini, putaran dan torsi keluaran bisa langsung dihitung.
Rumus Dasar
- Rasio: i = Z2 / Z1, dengan Z1 roda gigi penggerak dan Z2 roda gigi yang digerakkan.
- Putaran keluaran: n2 = n1 × (Z1 / Z2).
- Torsi keluaran: T2 = T1 × (Z2 / Z1), bila gesekan diabaikan.
Contoh: motor berputar 1400 RPM menggerakkan roda gigi 16 gigi yang berpasangan dengan roda gigi 64 gigi. Rasionya 64 ÷ 16 = 4, sehingga putaran keluaran = 1400 × (16 ÷ 64) = 350 RPM, dan torsinya menjadi sekitar 4 kali lipat.
Yang perlu diingat: kecepatan dan torsi selalu berbanding terbalik. Memperlambat putaran berarti memperbesar torsi, dan sebaliknya. Roda gigi tidak menambah tenaga — ia hanya menukar kecepatan dengan torsi.
Arah Putaran dan Gear Train
- Sepasang roda gigi luar yang berkaitan selalu berputar berlawanan arah.
- Untuk rangkaian bertingkat (gear train), rasio total adalah hasil perkalian rasio tiap tingkat.
- Roda gigi perantara (idler) tidak mengubah rasio total, hanya membalik arah putaran akhir.
Tips: Kalau butuh arah putaran keluaran yang sama dengan penggerak tanpa mengubah rasio, sisipkan satu idler. Jumlah giginya tidak mengubah rasio total, tetapi modul, sudut tekan, centre distance, kekuatan, kecepatan pitch-line, dan ruang pemasangan tetap harus sesuai.
