
Permesinan Konvensional · Pelajaran 7 dari 7 · ±3 menit baca
Menyusun Process Plan Lubang Presisi
Memilih rangkaian operasi berdasarkan fungsi lubang, bukan hanya diameter akhir.
Isi modul · 7 pelajaran
Lubang untuk baut bebas, dowel, bearing, ulir, sealing, atau jalur fluida menuntut urutan dan pemeriksaan berbeda. Diameter akhir saja tidak cukup: posisi, orientasi, cylindricity, surface finish, entrance/exit burr, dan kondisi dasar lubang dapat sama pentingnya.
Set-up ragum, benda kerja, dan tooling frais

Benda kerja harus duduk stabil pada support yang sesuai, gaya cekam tidak boleh mendistorsi part, dan ragum perlu disejajarkan bila fitur menuntutnya. Tool, holder, arah putaran, overhang, clearance, dan parameter dipilih dari operasi serta material—bukan disalin dari foto.
Pertanyaan sebelum memilih tool
- Apakah lubang tembus atau buntu, dan berapa allowance breakthrough serta ruang chip?
- Apakah posisi lebih kritis daripada diameter; apakah perlu spot, jig, boring, atau interpolasi sebelum finishing?
- Apakah reamer cukup untuk kebutuhan geometri, atau boring/honing diperlukan?
- Untuk tapping, tentukan thread form, engagement yang dibutuhkan, tap drill, jenis tap, pelumasan, dan kontrol kedalaman.
- Pilih metode inspeksi yang benar untuk ukuran, posisi, kedalaman, ulir, dan burr.
Perhatian: Benda kerja tidak boleh dipegang dengan tangan. Reaksi torsi drill atau tap dapat memutar part mendadak; gunakan vise, clamp, jig, atau fixture yang sesuai.
Tips: Saat proses berubah tidak stabil, pisahkan error lokasi dari error ukuran: spot/fixture memengaruhi lokasi, sedangkan run-out, margin wear, chip packing, feed, dan finishing tool banyak memengaruhi ukuran serta bentuk.
