
Praktik Industri · Pelajaran 4 dari 6 · ±3 menit baca
Sampling & Kapabilitas Proses
Menilai mutu seluruh batch tanpa harus mengukur semuanya.
Isi modul · 6 pelajaran
Memeriksa 100% produk mahal dan lambat. Untuk sebagian besar komponen, mutu batch dinilai dari sampel — asalkan pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara yang benar.
Aturan Dasar Pengambilan Sampel
- Ambil sampel menyebar sepanjang waktu produksi, bukan sekaligus dari satu tumpukan.
- Sertakan produk awal dan akhir batch — di situlah penyimpangan paling mungkin muncul.
- Makin kritis komponennya, makin besar jumlah sampelnya.
- Catat kapan tiap sampel diambil, supaya kecenderungan bisa terlihat.
Membaca Kecenderungan, Bukan Sekadar Lolos atau Tidak
Sampel yang semuanya masuk toleransi belum tentu menenangkan. Bila hasil ukur bergerak perlahan ke satu arah — misalnya 20,01 lalu 20,02 lalu 20,03 — artinya ada yang berubah secara sistematis, umumnya pahat yang mulai aus. Produk berikutnya akan keluar toleransi meski semua sampel hari ini masih lolos.
Kapabilitas Proses
Kapabilitas proses membandingkan lebar toleransi yang diminta gambar dengan sebaran hasil yang benar-benar mampu dihasilkan mesin. Kalau sebaran hasil hampir selebar toleransinya, sedikit saja gangguan akan langsung menghasilkan produk reject.
| Kondisi | Arti Praktisnya |
|---|---|
| Sebaran jauh lebih sempit dari toleransi | Proses aman, sampel jarang pun memadai |
| Sebaran mendekati lebar toleransi | Rentan; perlu pemeriksaan lebih sering |
| Sebaran melebihi toleransi | Proses tidak mampu — memperketat inspeksi tidak menolong |
Perhatian: Bila sebaran hasil sudah melebihi lebar toleransi, menambah jumlah inspeksi hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya — kamu akan terus memilah produk baik dari produk buruk. Yang harus diperbaiki adalah prosesnya: kekakuan mesin, pencekaman, atau parameternya.
Cp melihat lebar sebaran, Cpk juga melihat posisinya
Cp = (USL − LSL) ÷ 6σ hanya membandingkan lebar toleransi dengan lebar sebaran. Cpk = jarak rata-rata ke batas terdekat ÷ 3σ, sehingga ikut turun bila proses bergeser. Proses tengah bisa diperbaiki cukup dengan menggeser offset; proses kanan butuh perbaikan variasi (kekakuan, pahat, pencekaman, suhu).
Menghitung Cp dan Cpk
Contoh: toleransi Ø20,00 ±0,03 (LSL 19,97, USL 20,03). Dari 30 sampel, rata-rata 20,01 dan simpangan baku σ = 0,005. Cp = (20,03 − 19,97) ÷ (6 × 0,005) = 2,0. Cpk = jarak rata-rata ke batas terdekat ÷ 3σ = (20,03 − 20,01) ÷ 0,015 ≈ 1,33.
Sebaran prosesnya sangat baik (Cp 2,0), tetapi rata-rata bergeser 0,01 ke atas sehingga Cpk turun menjadi 1,33. Menggeser offset 0,01 ke bawah akan menaikkan Cpk mendekati Cp tanpa perlu mengubah mesin.
Perhatian: Cp dan Cpk hanya bermakna bila prosesnya stabil — tidak ada tren keausan atau lompatan mendadak dalam data. Hitung dulu kestabilan dengan peta kendali sebelum menyimpulkan kapabilitas.
