
Permesinan Konvensional · Pelajaran 4 dari 7 · ±3 menit baca
Dasar Pembuatan Ulir dengan Mesin Bubut
Pengenalan proses threading menggunakan mesin bubut manual.
Isi modul · 7 pelajaran
- 1Bagian-bagian Mesin Bubut & Fungsinya
- 2Parameter Potong: Kecepatan, Feed, dan Kedalaman Potong
- 3Teknik Bubut Rata, Bertingkat, dan Tirus
- 4Dasar Pembuatan Ulir dengan Mesin Bubut
- 5Mencekam Benda Kerja: Chuck, Senter, dan Steady Rest
- 6Bubut Dalam (Boring) & Memotong (Parting)
- 7Set-up, First Cut & Kontrol Dimensi
Mesin bubut manual dapat membuat ulir (threading) dengan memanfaatkan lead screw yang menyinkronkan putaran spindle dengan pergerakan carriage, sehingga pahat bergerak dengan jarak yang tepat setiap putaran — sesuai pitch ulir yang diinginkan.
Jenis Ulir yang Umum Dipelajari
- Ulir Metrik (M)
- standar internasional, dinyatakan dengan pitch dalam mm (contoh: M10 x 1.5).
- Ulir Whitworth (BSW)
- standar Inggris lama, sudut ulir 55°.
- Ulir UNC/UNF
- standar Amerika, dinyatakan dalam threads per inch (TPI).
Parameter Utama Ulir
- Pitch
- jarak antar puncak ulir yang berdekatan.
- Kedalaman ulir
- seberapa dalam profil ulir dipotong dari diameter luar.
- Sudut ulir
- sudut profil ulir, umumnya 60° untuk ulir metrik.
Profil ulir metrik dan istilahnya
Skema segitiga dasar untuk menunjukkan pitch P dan sudut antar sisi 60°, bukan profil produksi lengkap. Ulir nyata memiliki pemotongan puncak dan bentuk akar sesuai standar. Kedalaman radial ulir luar = (diameter mayor − diameter minor) ÷ 2.
Perhatian: Proses threading membutuhkan sinkronisasi presisi antara RPM dan lead screw. Jangan pernah mengubah posisi gear atau tuas feed saat mesin masih berputar — hentikan spindle terlebih dahulu.
Tips: Gunakan pahat ulir dengan profil dan sudut yang sesuai dengan jenis ulir yang dibuat, dan selalu cek hasil dengan mal ulir (thread gauge) sebelum melanjutkan ke pass berikutnya.
