
Permesinan Konvensional · Pelajaran 3 dari 7 · ±3 menit baca
Teknik Bubut Rata, Bertingkat, dan Tirus
Tiga teknik dasar membentuk benda kerja silindris.
Isi modul · 7 pelajaran
- 1Bagian-bagian Mesin Bubut & Fungsinya
- 2Parameter Potong: Kecepatan, Feed, dan Kedalaman Potong
- 3Teknik Bubut Rata, Bertingkat, dan Tirus
- 4Dasar Pembuatan Ulir dengan Mesin Bubut
- 5Mencekam Benda Kerja: Chuck, Senter, dan Steady Rest
- 6Bubut Dalam (Boring) & Memotong (Parting)
- 7Set-up, First Cut & Kontrol Dimensi
Perbandingan hasil bubut rata, bertingkat, dan tirus

Bubut rata (straight)
Bubut bertingkat (step)
Bubut tirus (taper)

Bubut rata (straight)

Bubut bertingkat (step)

Bubut tirus (taper)
Bubut rata menghasilkan diameter tetap; bubut bertingkat memiliki bahu pada perubahan diameter; bubut tirus mengecil secara kontinu. Ilustrasi menunjukkan bentuk hasil, bukan ukuran kerja berskala.
Bubut Rata (Straight Turning)
Teknik paling dasar: pahat bergerak sejajar sumbu benda kerja untuk mengurangi diameter secara merata di sepanjang benda kerja, menghasilkan permukaan silindris dengan satu diameter.
Bubut Bertingkat (Step Turning)
Membuat beberapa diameter berbeda dalam satu benda kerja yang sama, dengan cara membubut rata pada panjang tertentu lalu berpindah ke diameter lain di bagian yang berbeda. Umum digunakan untuk membuat poros bertingkat.
Bubut Tirus (Taper Turning)
Membuat permukaan berbentuk kerucut (diameter berubah bertahap sepanjang benda kerja). Ada beberapa metode umum untuk membuat tirus pada mesin bubut manual:
- Menggeser tailstock (offset)
- cocok untuk tirus panjang dengan sudut kecil.
- Menggunakan compound slide pada sudut tertentu
- cocok untuk tirus pendek dengan sudut besar, diatur manual per pass.
- Menggunakan taper attachment (alat bantu tirus)
- jika mesin dilengkapi, memberikan hasil lebih presisi dan konsisten.
Sudut setel compound slide dihitung dari ukuran tirus: tan α = (D − d) ÷ (2 × L), dengan D = diameter besar, d = diameter kecil, dan L = panjang tirus. Selisih diameter dibagi dua karena tirus terbentuk di kedua sisi sumbu. Contoh: D 40, d 32, L 40 → tan α = 8 ÷ 80 = 0,1 → α ≈ 5,7°. Periksa apakah skala compound mesinmu dibaca dari sumbu benda atau dari muka.
Tips: Selalu ukur hasil dengan jangka sorong atau mikrometer setelah setiap pass, terutama saat mendekati ukuran akhir yang diinginkan — lebih mudah memotong sedikit lagi daripada memperbaiki benda kerja yang sudah terlanjur terlalu kecil.
