
Dasar · Pelajaran 7 dari 13 · ±4 menit baca
Diagram Besi–Karbon & Struktur Mikro Baja
Mengapa kadar karbon dan laju pendinginan menentukan kekerasan baja.
Isi modul · 13 pelajaran
- 1Klasifikasi Logam
- 2Sifat Mekanik Logam
- 3Uji Tarik & Kurva Tegangan–Regangan
- 4Uji Kekerasan Brinell, Vickers & Rockwell
- 5Machinability, Panas & Pembentukan Geram
- 6Material Pahat: HSS, Karbida, Keramik, CBN & PCD
- 7Diagram Besi–Karbon & Struktur Mikro Baja
- 8Dasar Perlakuan Panas (Heat Treatment)
- 9Pengerasan Permukaan & Kedalaman Efektif
- 10Plastik Teknik & Material Non-Logam di Bengkel
- 11Memilih Material Sesuai Kebutuhan Komponen
- 12Membaca Kode Material
- 13Korosi & Cara Melindunginya
Sifat baja ditentukan oleh struktur mikronya, yaitu susunan butir dan fasa yang hanya terlihat dengan mikroskop setelah permukaan dipoles dan dietsa. Diagram besi–karbon (Fe–Fe₃C) memetakan fasa yang stabil pada setiap suhu dan kadar karbon bila pendinginan berlangsung sangat lambat. Diagram ini adalah peta dasar untuk memahami annealing, normalizing, dan hardening.
Diagram besi–karbon (Fe–Fe₃C) bagian baja
Garis kesetimbangan untuk paduan besi–karbon murni dengan pendinginan sangat lambat (nilai dibulatkan dari literatur metalurgi). Garis putus oranye menunjukkan baja C45/S45C: di bawah 727 °C strukturnya ferit + perlit; di atas garis A3 (sekitar 780 °C) seluruhnya austenit. Pita berwarna hanyalah rentang khas untuk baja karbon; suhu sebenarnya diambil dari data sheet grade yang dipakai.
Fasa dan struktur yang perlu dikenal
| Nama | Apa itu | Sifat umum |
|---|---|---|
| Ferit (α) | Besi dengan susunan atom BCC; hanya mampu melarutkan karbon sangat sedikit (maksimum sekitar 0,02%) | Lunak dan ulet; bersifat magnetis |
| Austenit (γ) | Besi dengan susunan atom FCC yang stabil pada suhu tinggi; mampu melarutkan karbon hingga sekitar 2,1% | Tidak magnetis; harus dicapai dulu sebelum baja dikeraskan |
| Sementit (Fe₃C) | Senyawa besi karbida dengan 6,67% karbon | Sangat keras dan getas |
| Perlit | Campuran berlapis-lapis ferit dan sementit yang terbentuk dari austenit sekitar 0,76% C saat pendinginan lambat | Lebih kuat dan keras daripada ferit |
| Martensit | Terbentuk bila austenit didinginkan cukup cepat sehingga karbon terperangkap; tidak tampak di diagram kesetimbangan | Sangat keras; getas sebelum di-temper |
| Bainit | Terbentuk pada laju pendinginan menengah atau tahan suhu tertentu | Kombinasi kekuatan dan ketangguhan yang baik |
Garis dan titik penting
- A1 (sekitar 727 °C)
- di bawah garis ini austenit tidak stabil pada baja karbon; di atasnya austenit mulai terbentuk.
- A3
- batas atas daerah ferit + austenit pada baja di bawah 0,76% C. Di atas A3 baja sepenuhnya austenit; garis ini turun dari 912 °C (besi murni) ke 727 °C.
- Acm
- batas daerah austenit + sementit pada baja di atas 0,76% C.
- Titik eutektoid (sekitar 0,76% C, 727 °C)
- austenit berubah seluruhnya menjadi perlit saat pendinginan lambat.
- Sekitar 2,1% C
- batas kasar antara baja dan besi cor.
Kadar karbon menentukan struktur setelah pendinginan lambat
Baja dengan karbon di bawah 0,76% (hipoeutektoid, misalnya S45C/C45) berubah menjadi ferit + perlit. Makin banyak karbon, makin banyak perlit, sehingga baja makin kuat dan keras tetapi kurang ulet. Perkiraan kasar porsi perlit dengan aturan tuas: (C − 0,02) ÷ (0,76 − 0,02). Untuk 0,45% C: 0,43 ÷ 0,74 ≈ 58% perlit dan sisanya ferit. Untuk 0,20% C hanya sekitar 24% perlit—karena itu baja karbon rendah lunak dan mudah dibentuk.
Baja di atas 0,76% C (hipereutektoid, misalnya baja perkakas karbon) berubah menjadi perlit dengan sementit di batas butir. Sementit yang membentuk jaringan dapat membuat baja getas, sehingga baja ini sering dipasok dalam kondisi spheroidized annealed agar mudah dimesin.
Struktur mikro baja di bawah mikroskop optik (dietsa nital)



Gambar dirender dari model ukuran butir dan jarak lamel untuk tujuan belajar, bukan foto sampel tertentu. Skala batang di pojok tiap gambar menunjukkan ukuran nyata. Struktur sebenarnya bergantung pada komposisi, ukuran penampang, dan siklus panas.
Hubungannya dengan perlakuan panas
- Hardening baja hipoeutektoid dimulai dengan memanaskan sedikit di atas A3 agar seluruhnya menjadi austenit. Baja hipereutektoid umumnya dipanaskan di antara A1 dan Acm.
- Pendinginan cepat (quench) mencegah karbon keluar dari larutan sehingga terbentuk martensit. Kekerasan martensit terutama ditentukan kadar karbon: kira-kira 50 HRC pada 0,2% C, sekitar 58 HRC pada 0,4% C, dan sekitar 64 HRC pada 0,6% C bila struktur hampir seluruhnya martensit.
- Itulah alasan baja karbon rendah tidak bisa dikeraskan banyak secara langsung. Permukaannya bisa dikeraskan dengan menambah karbon lebih dulu (carburizing).
- Annealing penuh memakai pendinginan sangat lambat di tungku sehingga terbentuk perlit kasar yang lunak. Normalizing memakai pendinginan udara sehingga perlitnya lebih halus dan baja sedikit lebih kuat.
Waktu juga berperan: diagram CCT
Diagram Fe–C tidak menunjukkan waktu. Untuk mengetahui struktur apa yang terbentuk pada laju pendinginan tertentu dipakai diagram transformasi pendinginan kontinu (CCT) atau transformasi isotermal (TTT). Pendinginan lambat menghasilkan ferit dan perlit, pendinginan menengah menghasilkan bainit, dan pendinginan cukup cepat menghasilkan martensit. Unsur paduan seperti Cr, Mo, Mn, dan Ni menggeser kurva transformasi ke waktu yang lebih lama, sehingga baja paduan dapat dikeraskan dengan pendingin yang lebih lunak (oli atau gas) dan pada penampang yang lebih tebal. Sifat ini disebut hardenability.
Perhatian: Angka 727 °C dan 0,76% C berlaku untuk paduan besi–karbon murni. Mn, Cr, Ni, Si, dan unsur lain menggeser garis-garis ini. Suhu austenitisasi, waktu tahan, dan media quench untuk grade tertentu harus diambil dari data sheet pemasok atau standar, bukan dibaca langsung dari diagram ini.
Tips: Di bengkel, diagram ini membantu menjelaskan hal sehari-hari: S45C dari pemasok (ferit + perlit) mudah dibubut, sedangkan bagian yang sama setelah dikeraskan menjadi martensit yang di-temper dan perlu pahat karbida, CBN, atau gerinda.
