
Dasar · Pelajaran 2 dari 13 · ±3 menit baca
Sifat Mekanik Logam
Kekerasan, keuletan, dan kekuatan — serta pengaruhnya saat dimesin.
Isi modul · 13 pelajaran
- 1Klasifikasi Logam
- 2Sifat Mekanik Logam
- 3Uji Tarik & Kurva Tegangan–Regangan
- 4Uji Kekerasan Brinell, Vickers & Rockwell
- 5Machinability, Panas & Pembentukan Geram
- 6Material Pahat: HSS, Karbida, Keramik, CBN & PCD
- 7Diagram Besi–Karbon & Struktur Mikro Baja
- 8Dasar Perlakuan Panas (Heat Treatment)
- 9Pengerasan Permukaan & Kedalaman Efektif
- 10Plastik Teknik & Material Non-Logam di Bengkel
- 11Memilih Material Sesuai Kebutuhan Komponen
- 12Membaca Kode Material
- 13Korosi & Cara Melindunginya
Sifat mekanik menjelaskan respons material terhadap beban. Sifat ini tidak boleh dipakai sendirian untuk memprediksi machinability: struktur mikro, inklusi, kondisi pasokan, konduktivitas panas, kecenderungan work hardening, dan geometri proses juga berpengaruh.
Sifat yang Paling Sering Dipakai
- Kekuatan luluh
- tegangan ketika deformasi plastis mulai terjadi; penting agar komponen tidak berubah bentuk permanen.
- Kekuatan tarik maksimum
- tegangan teknik maksimum dalam uji tarik, bukan selalu tegangan tepat saat patah.
- Kekakuan
- ketahanan terhadap deformasi elastis; terkait modulus elastisitas dan berbeda dari kekuatan.
- Kekerasan
- respons terhadap indentasi menurut metode dan skala tertentu; bukan satu sifat universal yang bebas metode.
- Keuletan
- kemampuan mengalami deformasi plastis sebelum patah, sering dilaporkan sebagai elongation atau reduction of area.
- Ketangguhan
- kemampuan menyerap energi hingga patah; dipengaruhi temperatur, takik, laju pembebanan, dan struktur mikro.
- Kekuatan lelah
- ketahanan terhadap beban berulang; permukaan, tegangan sisa, geometri, dan lingkungan sangat berpengaruh.
| Skala Kekerasan | Umumnya Dipakai Untuk |
|---|---|
| Rockwell | Produksi cepat; pilih skala, indenter, dan beban sesuai material |
| Brinell | Indentasi relatif besar; umum untuk coran dan material yang strukturnya tidak homogen |
| Vickers | Rentang gaya luas dan jejak optik; dapat digunakan pada penampang atau lapisan bila persyaratannya terpenuhi |
Hubungannya dengan Proses Permesinan
- Kekerasan tinggi sering meningkatkan beban dan keausan, tetapi rekomendasi kecepatan tetap bergantung grade benda, material/coating pahat, operasi, dan kekakuan sistem.
- Built-up edge dipengaruhi afinitas material, geometri pahat, kecepatan, pelumasan, dan kondisi tepi—bukan hanya karena material disebut ulet.
- Banyak besi cor menghasilkan geram pendek, tetapi debu dan partikel abrasifnya juga perlu pengendalian serta strategi pahat yang tepat.
- Material yang cepat work harden membutuhkan pemotongan stabil; dwell atau gesekan tanpa menyayat dapat memperkeras lapisan berikutnya.
Perhatian: Jangan mengonversi HRC, HB, HV, dan kekuatan tarik secara bebas. Tabel konversi hanya berlaku untuk kelompok material dan kondisi tertentu serta tidak menggantikan pengujian dengan metode yang dipersyaratkan. Kekerasan tinggi juga tidak otomatis membuktikan komponen getas—ketangguhan harus dinilai dengan data yang relevan.
Kelelahan logam dan konsentrasi tegangan
Sebagian besar poros, pegas, dan roda gigi yang patah di lapangan tidak patah karena satu beban besar, melainkan karena beban kecil yang berulang jutaan kali. Retak lelah berawal dari titik yang tegangannya terpusat, tumbuh sedikit demi sedikit, lalu sisa penampang patah tiba-tiba. Untuk baja, batas lelah batang uji yang dipoles sering diperkirakan sekitar setengah kekuatan tariknya; permukaan bubutan, takik, korosi, dan tegangan sisa tarik menurunkannya lagi.
Permukaan patah lelah pada poros
123- 1Awal retak — biasanya di permukaan pada konsentrasi tegangan: bahu poros tanpa radius, alur pasak, bekas pahat dalam, atau korosi.
- 2Zona lelah — halus dan agak gelap karena permukaan retak saling bergesek. Garis pantai (beach marks) menandai posisi ujung retak saat beban berubah atau mesin berhenti.
- 3Patah akhir — sisa penampang terlalu kecil untuk menahan beban sehingga patah sekaligus; permukaannya kasar dan berbutir.
Dirender dari model rambat retak satu sumber. Bila zona patah akhir kecil, tegangan nominalnya rendah dan retak tumbuh lama tanpa ketahuan. Banyak titik awal di sekeliling poros menandakan tegangan tinggi atau konsentrasi tegangan yang merata.
| Detail di benda kerja | Pengaruh terhadap umur lelah | Yang bisa dilakukan di bengkel |
|---|---|---|
| Bahu poros bersudut tajam | Tegangan lokal dapat naik 2–3 kali tegangan nominal | Buat radius sesuai gambar; jangan menghilangkan radius demi kemudahan |
| Bekas pahat kasar atau goresan melintang | Setiap alur kecil menjadi takik | Penuhi kekasaran yang diminta, terutama di daerah radius dan dudukan |
| Alur pasak, lubang melintang, ulir | Konsentrasi tegangan di ujung dan dasar alur | Ikuti radius dasar alur dan posisi ujung alur sesuai gambar |
| Bekas ketukan, penandaan pukul, atau las tempel | Takik dan perubahan struktur lokal | Jangan menandai dengan pukulan di daerah bertegangan; tanyakan lokasi penandaan |
Ketangguhan impak dan suhu transisi
Uji impak Charpy mengukur energi untuk mematahkan batang bertakik dengan sekali pukulan bandul. Baja feritik dapat berubah dari ulet menjadi getas di bawah suhu tertentu, sehingga spesifikasi struktur atau bejana tekan sering mensyaratkan energi minimum pada suhu uji tertentu, misalnya 27 J pada −20 °C. Stainless austenitik dan aluminium umumnya tidak memiliki transisi tajam seperti ini.
Tips: Saat menemukan poros patah, simpan kedua permukaan patahnya: jangan disatukan kembali, digosok, atau dibersihkan dengan sikat kawat. Pola garis pantai dan lokasi awal retak adalah bukti utama analisis penyebab.
