
Dasar · Pelajaran 1 dari 13 · ±3 menit baca
Klasifikasi Logam
Membedakan logam ferro dan non-ferro beserta karakter kerjanya.
Isi modul · 13 pelajaran
- 1Klasifikasi Logam
- 2Sifat Mekanik Logam
- 3Uji Tarik & Kurva Tegangan–Regangan
- 4Uji Kekerasan Brinell, Vickers & Rockwell
- 5Machinability, Panas & Pembentukan Geram
- 6Material Pahat: HSS, Karbida, Keramik, CBN & PCD
- 7Diagram Besi–Karbon & Struktur Mikro Baja
- 8Dasar Perlakuan Panas (Heat Treatment)
- 9Pengerasan Permukaan & Kedalaman Efektif
- 10Plastik Teknik & Material Non-Logam di Bengkel
- 11Memilih Material Sesuai Kebutuhan Komponen
- 12Membaca Kode Material
- 13Korosi & Cara Melindunginya
Logam teknik sering dikelompokkan menjadi ferro—berbasis besi—dan non-ferro. Kelompok ini membantu mempersempit pilihan, tetapi tidak menentukan sendiri sifat atau parameter proses. Grade, kondisi pasokan, komposisi, perlakuan panas, dan bentuk produk dapat membuat dua material dalam kelompok yang sama berperilaku sangat berbeda.
Logam Ferro
- Besi cor
- keluarga paduan Fe-C-Si dengan grafit atau karbida berbeda. Grey iron terkenal meredam getaran; ductile iron jauh lebih ulet. Jangan menyamakan semua besi cor.
- Baja karbon rendah
- umumnya mudah dibentuk dan dilas. Kemampuan through hardening terbatas, tetapi permukaannya dapat dikeraskan dengan proses yang sesuai seperti carburizing pada grade tertentu.
- Baja karbon sedang
- dapat menawarkan keseimbangan kekuatan, ketangguhan, dan respons terhadap quench-temper; sering dipakai untuk poros.
- Baja karbon tinggi dan tool steel
- berpotensi mencapai kekerasan serta ketahanan aus tinggi, tetapi memerlukan proses panas dan desain yang tepat.
- Baja paduan
- unsur seperti Cr, Ni, Mo, Mn, atau V dipakai untuk mengubah hardenability, kekuatan, ketangguhan, atau ketahanan panas.
- Stainless steel
- keluarga baja berkrom dengan banyak kelompok. Austenitic, ferritic, martensitic, duplex, dan precipitation-hardening memiliki sifat dan machinability berbeda.
Logam Non-Ferro
- Aluminium dan paduannya
- berdensitas rendah; kekuatan, korosi, dan machinability sangat bergantung seri paduan serta temper.
- Tembaga dan paduannya
- konduktivitas tinggi; kuningan dan perunggu memiliki komposisi serta perilaku proses yang beragam.
- Titanium dan paduannya
- rasio kekuatan terhadap massa tinggi serta tahan korosi, tetapi panas sulit keluar dari zona potong dan prosesnya menuntut kontrol ketat.
- Paduan nikel
- dipilih untuk suhu tinggi atau korosi berat; umumnya menuntut pahat dan parameter khusus.
Contoh tampilan stok logam teknik

Dari kiri ke kanan: contoh visual baja karbon, besi cor dengan permukaan patahan, aluminium, kuningan, tembaga, perunggu, dan baja tahan karat. Warna, massa, atau respons magnet hanya petunjuk awal—grade tidak boleh ditetapkan dari penampilan foto saja.
Identitas Material Harus Dapat Ditelusuri
Identifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dimulai dari label, heat number atau lot, purchase order, marking, dan material test certificate. Bila identitas hilang, gunakan metode verifikasi yang disetujui—misalnya positive material identification oleh personel kompeten—sebelum material masuk produksi kritis.
Perhatian: Uji magnet, warna, berat, atau pola percikan hanya petunjuk kualitatif. Austenitic stainless dapat tidak tertarik kuat oleh magnet meskipun tetap berbasis besi; kondisi permukaan juga menipu warna. Spark test menimbulkan bahaya gerinda dan tidak boleh dilakukan tanpa prosedur, guarding, serta kompetensi.
Tips: Pisahkan sisa potongan dan kembalikan labelnya segera. Material tanpa identitas dapat bernilai lebih rendah daripada material murah karena tidak aman dipakai untuk komponen yang mensyaratkan grade tertentu.
